Bandar Dalam Jadi Pilot Project Kampung SIKOP, Layanan Publik Bakal Turun Langsung ke Warga
WAY KANAN, Rakyaterkini.com — Kampung Bandar Dalam, Kecamatan Negeri Agung, Kabupaten Way Kanan, dipersiapkan menjadi kampung pertama di Way Kanan yang menerapkan konsep SIKOP (Sinkronisasi, Kolaborasi dan Optimalisasi).
Bukan sekadar deklarasi, program ini dirancang membawa berbagai layanan pemerintah dan kegiatan sosial langsung ke tengah masyarakat.
Persiapan deklarasi dilakukan melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Way Kanan bersama Palang Merah Indonesia (PMI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), DPC GRANAT dan Pramuka Kabupaten Way Kanan.
Pertemuan persiapan berlangsung di Kampung Bandar Dalam dan dihadiri Sekretaris PMI Way Kanan Ilham Padli, S.Pd., M.H., Kepala Markas PMI Yoni Aliestiadi, Rachmad Shali Akbar, Fitria Wulandari, Sekretaris ICMI Edi Eriansyah, S.Ag., Wakil Ketua ICMI Achmad Syafari, Ketua Harian DPC GRANAT M. Yazid, Alius, Camat Negeri Agung Hepi Hariyanto, serta Kepala Kampung Bandar Dalam Hasani, S.H., bersama jajaran.
Dalam pertemuan tersebut disepakati Bandar Dalam menjadi lokasi Deklarasi Kampung SIKOP pertama di Kabupaten Way Kanan.
Konsep yang disiapkan cukup luas. Warga nantinya dapat memperoleh sejumlah pelayanan dalam satu rangkaian kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, KB, imunisasi, pembayaran PBB, pelayanan Samsat, administrasi kependudukan hingga layanan mobil perpustakaan dan literasi.
Tak hanya pelayanan publik, kegiatan juga akan diisi pasar murah, donor darah, berbagai perlombaan serta pembuatan pupuk organik.
Yang tak kalah penting, deklarasi tersebut akan dirangkai dengan pembentukan dan pelantikan Tim Terpadu P4GN Kecamatan Negeri Agung. Tim ini diproyeksikan menjadi tim terpadu P4GN tingkat kecamatan pertama di Way Kanan.
Camat Negeri Agung Hepi Hariyanto menegaskan pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.
“Kami siap menyukseskan Deklarasi Kampung SIKOP di Kampung Bandar Dalam, Kecamatan Negeri Agung,” ujar Hepi.
Menurutnya, kekuatan Kampung SIKOP terletak pada kolaborasi berbagai pihak sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan dalam kegiatan pembangunan.
Dukungan juga disampaikan Kepala Kampung Bandar Dalam Hasani, S.H. Ia memastikan aparatur kampung bersama masyarakat siap menyukseskan program tersebut.
“Seluruh aparatur kampung dan masyarakat siap menyukseskan Deklarasi Kampung SIKOP sehingga sesuai dengan harapan Ibu Bupati,” kata Hasani.
Kampung SIKOP ditargetkan menjadi model kampung kolaboratif yang nantinya dapat diterapkan di kampung lain di Kabupaten Way Kanan.
Sejumlah sektor menjadi sasaran, mulai dari kesehatan, administrasi kependudukan, literasi, UMKM, pasar murah, ketahanan pangan, lingkungan, pembinaan generasi muda hingga pencegahan narkoba.
Konsep tersebut menggabungkan berbagai program yang selama ini berjalan di masing-masing sektor agar dapat hadir secara lebih terpadu di tengah masyarakat.
Bandar Dalam pun diharapkan menjadi titik awal lahirnya pola baru pelayanan berbasis kolaborasi—ketika pemerintah, organisasi, dan masyarakat bergerak bersama, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Jika konsep ini berhasil, Kampung Bandar Dalam bukan hanya tercatat sebagai kampung pertama yang mendeklarasikan SIKOP, tetapi juga diharapkan menjadi contoh kampung kolaboratif yang bisa direplikasi di seluruh Way Kanan.

Posting Komentar