Menu MBG SPPG Argomulyo Banjit Diduga Tak Sesuai Laporan di Situs BGN, Penerima Manfaat Mengeluh
WAY KANAN , Rakyaterkini.com– Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Argomulyo, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, menjadi sorotan setelah muncul dugaan ketidaksesuaian antara menu yang tercantum pada situs Badan Gizi Nasional (BGN) dan makanan yang diterima penerima manfaat, Kamis (15/10/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun SDN 02 dan SDN 04 menanga siamang, menu yang diterima sejumlah penerima manfaat berupa makanan kering, yakni roti, telur, anggur, dan jeruk. Sementara itu, pada laman Radar MBG BGN, melalui alamat https://www.bgn.go.id/radar-mbg/instansi/K8929949432, tercantum komposisi menu berupa nasi putih, ayam rendang, tempe goreng, timun, tomat, dan buah semangka.
Perbedaan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian antara laporan menu dalam sistem digital dan makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat di lapangan.
Keluhan tersebut disampaikan oleh salah seorang wali murid SD Negeri 02 Menanga Siamang yang menyebutkan bahwa menu yang diterima anaknya memiliki komposisi Menu berupa Jeruk, Anggur,Roti dan telur.
"Anak saya cuma mendapatkan menu berupa makanan kering seperti roti, telur, anggur, dan jeruk," jelasnya.
Kondisi ini menimbulkan perhatian masyarakat karena program MBG ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi penerima manfaat.
Oleh karena itu, kesesuaian menu yang dilaporkan dengan makanan yang benar-benar dibagikan menjadi hal penting untuk diperiksa.
Masyarakat berharap Satgas MBG dan instansi terkait dapat menindaklanjuti persoalan tersebut melalui pemeriksaan langsung, pencocokan data pelaporan dengan distribusi makanan, serta permintaan klarifikasi kepada pengelola SPPG Argomulyo.
Jika ditemukan ketidaksesuaian, masyarakat berharap agar dilakukan evaluasi sesuai ketentuan yang berlaku demi menjaga transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan program.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp, Kepala SPPG Argomulyo, Bahri Malaysia, membenarkan adanya perbedaan antara menu yang tercantum pada laman Radar MBG BGN dan makanan yang dibagikan kepada siswa di lapangan.
Menurut Bahri, penggunaan menu kering diperbolehkan karena kondisi infrastruktur jalan menuju kedua sekolah dinilai tidak memadai untuk distribusi menu sebagaimana tercantum dalam laporan Radar MBG.(Her)

Posting Komentar