Live
wb_sunny

Breaking News

Pemkab Way Kanan Dan Tenaga Ahli P3MD Lakukan Pembinaan Stunting Bagi Aparatur Kampung dan KPM

Pemkab Way Kanan Dan Tenaga Ahli P3MD Lakukan Pembinaan Stunting Bagi Aparatur Kampung dan KPM

 

Waykanan.rakyaterkini.com

Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui Pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK) menggelar kegiatan pembinaan Stunting bagi perangkat kampung dan kader pembangunan Manusia (KPM) tahun 2023, berlangsung di Aula Kecamatan Banjit, selasa (14/11/2023).

Hadir dalam.kegiatan tersebut Kadis PMK Way Kanan diwakili sekretaris Ketut Artike, Sekcam Banjit, perangkat kampung dan kader pembangunan manusia, serta narasumber Bambang Susilo San Tenaga ahli P3MD Kemendes PDT ,dan Rawan Utara Kepala Bidang (Kabid) fasilitasi keuangan dan aset pemerintahan kampung Dinas PMK Way Kanan.

Bambang Susilo San Tenaga Ahli P3MD Kementerian Desa dalam paparannya menjelaskan dalam tugas menurunkan stunting di tiap kampung harus dibentuk yang namanya Kader Pembangunan Manusia (KPM)

Menurut Bambang Ada 4 tugas penting dari KPM yakni Memfasilitasi pemetaan sosial untuk mengidentifikasi status intervensi gizi-spesifik dan gizi sensitif pada rumah tangga yang memiliki Ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-23 bulan,Memfasilitasi diskusi terarah untuk membahas permasalahan stunting di desa sampai dengan penyusunan kegiatan penanganan stunting dalam RKP dan APBDes,Memfasilitasi pengukuran panjang/panjang/tinggi badan balita sebagai deteksi dini stunting, Memonitor dan memastikan rumah tangga yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-23 bulan mendapatkan 5 paket pelayanan utama dalam penanganan stunting di desa.

"Kepada mereka diberikan insentif,Mendapatkan bantuan operasional.Mendapatkan SK dari Kakam(Per-3 tahun, dapat dievaluasi),Mendapatkan peningkatan kapasitas/pelatihan,Mendapatkan pelatihan dari desa/kampung/." tegas Bambang.

Sementara Rawan Utara Kepala Bidang (Kabid) fasilitasi keuangan dan aset pemerintahan kampung Dinas PMK Way Kanan dalam penjelasannya menitik beratkan alur tahapan kegiatan yang dilakukan KPM dalam memfasilitasi pencegahan stunting di Kampung.

"Ada tujuh tahapan yang dilaksanakan KPM dalam rangka fasilitasi pencegahan stunting di kampung." jelas Rawan Utara.

Tahap 1 pemetaan sosial dan pendataan rumah tangga sasaran meliputi 1.000 hpk.

"Kegiatan ini dilakukan setiap bulan atau triwulan dengan cara kunjungan ke rumah , kegiatan posyandu, kegiatan PAUD." ujarnya.

Tahap 2 dengan melakukan diskusi terarah (fgd) di desa dan tahap 3 melakukan diskusi terarah antar desa

Tahap 4 rembuk stunting tingkat desa dan tahap 5 melakukan advokasi pencegahan stunting tingkat desa.

Tahap 6 pelaksanaan konvergensi pencegahan stunting dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi usia 0-23 bulan.

Tahap 7 adalah pemantauan lima paket layanan stunting.

Untuk.menpercepat penurunan stunting, maka pemerintah kampung harus menganggarkan untuk.kegiatan rembuk stunting.

"Agenda rembuk stunting seharusnya dilaksanakan sebelum Muskam RKP pada tahun berikutnya (sebelum bulan Juli), dengan agenda pembahasan usulan program kegiatan intervensi gizi sensitif dan gizi spesifik.serta pembahasan dan penyepakatan prioritas usulan." jelas Rawan.

Untuk mensukseskan program ini dibutuhkan anggaran yang bersumber dari dana desa masing masing kampung sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam mempercepat penurunan stunting.

"Anggaran yang dipakai adalah prioritas penggunaan dana desa bidang pemberdayaan masyarakat sub bidang peningkatan akses perlindungan sosial bagi keluarga sasaran stunting." Pungkas Rawan Utara.(***)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar

Undangan Website Sedia Website